Jakarta (KABARIN) - Harga cabai keriting di Jakarta lagi naik karena pasokan dari daerah penghasil utama mulai seret akibat cuaca ekstrem dan hujan yang terus turun. Kondisi ini bikin stok dari beberapa wilayah pengirim berkurang dan berdampak langsung ke harga di pasar.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo bilang suplai dari Jawa dan Sulawesi Selatan menurun karena faktor cuaca. Akibatnya, harga cabai keriting di ibu kota ikut terdorong naik.
“Sekarang memang terjadi kenaikan cabai keriting. Harga cabai keriting itu naik karena suplai yang dari Jawa maupun Sulawesi Selatan itu kuantitasnya mengalami penurunan karena hujan,” kata Pramono di Balai Kota, Kamis.
Untuk meredam lonjakan harga, Pemprov Jakarta bakal turun tangan langsung lewat intervensi pasar. Pemerintah akan membeli cabai lalu menjualnya ke pedagang dengan margin keuntungan Rp5.000.
“Kami akan membeli cabai kemudian menjual kepada pengecer atau pedagang memberikan keuntungan Rp5.000,” katanya.
Langkah ini diambil supaya harga tetap terkendali dan inflasi Jakarta bisa dijaga tetap stabil. Pramono juga menegaskan cara seperti ini sudah pernah dilakukan sebelumnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok menambahkan, selain faktor hujan, kebiasaan sebagian petani yang mengurangi aktivitas jelang Ramadan juga ikut memengaruhi pasokan. Di sisi lain, permintaan cabai juga meningkat karena momen Hari Besar Keagamaan Nasional.
Pemerintah pun menyiapkan beberapa langkah lanjutan. Salah satunya lewat distribusi cabai dari Jawa dan Sulawesi Selatan yang disalurkan melalui pedagang di Pasar Induk Kramat Jati.
“Badan Pangan Nasional segera melakukan Fasilitas Distribusi Pangan (FDP) dengan membeli cabai dari Pulau Jawa dan/atau Sulawesi Selatan dan mendistribusikannya melalui pedagang di Pasar Induk Kramat Jati dengan harga pengecer maksimal Rp5.000 per kg di atas harga pembelian,” katanya.
Selain itu, Jakarta juga akan mendatangkan pasokan cabai dari Sulawesi Selatan sekitar 2 sampai 3 ton per hari. Pemerintah daerah juga bakal rutin memantau harga di tingkat pengecer agar tetap sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026